Lahat, JITOE.com – Empat truk batubara terjebak di tengah Jembatan Muara Lawai yang ambruk di jalur lintas Sumatera penghubung Kabupaten Lahat dan Muara Enim. Insiden ini diduga kuat akibat kecerobohan pengangkutan batubara menggunakan truk over dimension dan over loading (ODOL).
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengecam keras peristiwa tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pelanggaran serius yang merugikan masyarakat.
Dalam keterangannya, Herman Deru menegaskan ambruknya jembatan negara ini tidak lepas dari kelalaian para pengusaha dan sopir angkutan batubara yang melintas dengan muatan berlebih secara bersamaan. Ia menyebut ada empat truk ODOL yang naik sekaligus ke atas jembatan, sesuatu yang menurutnya sangat tidak masuk akal dan membahayakan.
“Kecerobohan, mana ada mobil Over Dimension Over Loading yang lewat situ sekaligus empat,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru.
Tak hanya itu, Gubernur juga meminta agar semua pihak—mulai dari perusahaan tambang, perusahaan angkutan, hingga pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR—tidak tutup mata. Ia menekankan perlunya tanggung jawab kolektif dalam menjaga infrastruktur publik yang digunakan bersama.
Herman Deru bahkan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Jika nantinya ditemukan pelanggaran hukum dalam peristiwa ini, ia meminta kepolisian menindak perusahaan yang terlibat dan memastikan jembatan yang rusak dibangun kembali oleh pihak yang bertanggung jawab.
“Ini jalan negara roboh karena ada 4 mobil over loading, ini pasti ada pelanggaran hukum, saya minta pihak kepolisian untuk tegas, jika salah kita minta ini bangun kembali,” kata Deru.
Ia juga menegaskan siap mengambil langkah regulasi baru. Jika dampak kerusakan jembatan tersebut terbukti merugikan masyarakat, Gubernur membuka peluang untuk menerbitkan kembali atau memperbarui Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2018 yang mengatur tata cara pengangkutan batubara di Sumatera Selatan.
Menurutnya, kejadian ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar lebih patuh terhadap aturan pengangkutan. Ia ingin agar kejadian serupa tidak terulang, dan pengawasan terhadap lalu lintas truk tambang di jalan negara diperketat.(*)












