Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Nasional

Kementerian ESDM Pastikan 2026 Tak Lagi Ada Kelangkaan BBM

×

Kementerian ESDM Pastikan 2026 Tak Lagi Ada Kelangkaan BBM

Sebarkan artikel ini
Petugas memberi info ke pelanggan mengenai stok BBM di SPBU Shel | Foto ilustrasi: Bloomberg Technoz

Jakarta, JITOE.com – Kelangkaan BBM yang dialami sejumlah SPBU swasta dalam beberapa bulan terakhir membuat masyarakat resah. Shell Indonesia bahkan mengungkapkan, dari total 197 SPBU yang mereka kelola, kini hanya tersisa lima titik yang masih menjual bensin. Kondisi itu pun disebut sudah hampir habis.

Presiden Direktur Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyampaikan, stok bensin diperkirakan benar-benar kosong dalam hitungan hari.

“Jadi yang menjual bensin itu hanya tinggal 5, itu pun di luar Jakarta. Dan perkiraan kami besok sudah akan habis total. Jadi memang kami benar-benar mengalami stock out, kelangkaan untuk BBM jenis bensin,” terang President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, dikutip dari CNN Indonesia Kamis (02/10/2025).

Situasi tidak jauh berbeda terjadi pada SPBU BP AKR. Persediaan BBM hanya bisa bertahan sampai pertengahan hingga akhir bulan. “Akhir Oktober stok akan habis,” ungkap Presiden Direktur BP AKR, Vanda Laura.

Baca Juga:   Tiga Fokus Utama Dalam Presidensi G20

Vivo Energy Indonesia juga menghadapi masalah serupa. Dari 44 SPBU yang ada di Jabodetabek, kini hanya tersisa RON 92. Jenis BBM lainnya seperti RON 90 dan 95 sudah habis lebih dulu. “RON 92 pun diperkirakan akan habis pertengahan Oktober,” kata perwakilan Vivo.

Melihat kondisi itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa kelangkaan BBM tidak akan terjadi lagi pada 2026. Direktur Jenderal Migas ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pihaknya telah meminta data kebutuhan dari seluruh badan usaha swasta untuk penetapan kuota impor tahun depan.

Baca Juga:   Lampung Fest 2025: Festival Kolaborasi, Tantangan Baru Bagi OPD untuk Unjuk Kinerja dan Kreativitas

“Data ini nanti akan kita manfaatkan untuk penetapan lebih lanjut kuota di 2026. Sehingga kita tidak lagi menghadapi permasalahan yang sama seperti 2025,” kata Laode dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (01/10/2025).

Laode mengakui kelangkaan sempat muncul pada Juli–Agustus 2025. Saat itu, permintaan Pertalite menurun dan masyarakat beralih ke BBM nonsubsidi dengan kadar oktan lebih tinggi. Pergeseran pola konsumsi inilah yang membuat pasokan swasta tidak mampu menutup kebutuhan.

Sebagai solusi jangka pendek, Pertamina menambah impor BBM, sementara satu kargo berkapasitas 100.000 barel telah tiba dan kargo kedua akan segera masuk. Pemerintah juga memfasilitasi SPBU swasta untuk melakukan negosiasi tambahan pasokan agar kebutuhan hingga akhir tahun bisa terpenuhi.(*)

Example 120x600