Washington, Jitoe.com – Amerika Serikat memperingatkan pengembangan dua senjata strategis terbaru milik Rusia. Washington menilai drone nuklir bawah laut Poseidon dan rudal bertenaga nuklir Burevestnik sebagai teknologi ekstrem yang berpotensi mengubah peta perang dunia.
Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata, Thomas DiNanno, bahkan menyebut sistem tersebut “keterlaluan”, terutama karena kemampuan destruktifnya yang dinilai sulit ditandingi.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi keberhasilan uji coba kedua senjata tersebut pada 2025. Putin menyebutnya sebagai sistem yang akan menjaga keseimbangan kekuatan global selama puluhan tahun.
Poseidon, Pencipta Tsunami Radioaktif
Poseidon 2M39 Status-6 merupakan torpedo nuklir otonom yang mampu bergerak di kedalaman hingga 1.000 meter dengan jangkauan hampir tak terbatas.
Dengan panjang sekitar 20 meter dan kecepatan hingga 70 knot, Poseidon dirancang menyerang wilayah pesisir lawan. Hulu ledak nuklir berkekuatan megaton disebut mampu menciptakan tsunami radioaktif yang menghancurkan pelabuhan, pangkalan militer, hingga kota pesisir.
Rusia juga menyiapkan kapal selam khusus seperti Belgorod K-329 sebagai peluncur senjata ini.
Burevestnik, Rudal Nuklir Tanpa Batas
Senjata kedua adalah 9M730 Burevestnik, rudal jelajah bertenaga reaktor nuklir mini.
Rudal ini diklaim mampu terbang selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu, mencari celah pertahanan musuh sebelum menyerang target. Kemampuannya terbang rendah dan bermanuver ekstrem membuatnya sulit dideteksi radar.
Namun, pengembangannya juga penuh risiko. Insiden uji coba di Rusia pada 2019 menunjukkan bahaya teknologi ini, hingga dijuluki analis Barat sebagai “Chernobyl terbang”.
Ancaman Baru Dunia
Hingga 2026, Rusia dilaporkan masih menyempurnakan kedua senjata tersebut. Kehadiran Poseidon dan Burevestnik dinilai dapat mengubah strategi pertahanan global dan memicu kekhawatiran baru di dunia.
Dengan daya hancur besar dan jangkauan hampir tanpa batas, kedua senjata ini disebut sebagai salah satu teknologi militer paling menakutkan dalam sejarah modern. (*)
