Jakarta, JITOE.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis pembaruan jumlah korban banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Jumat malam (05/12/2025) pukul 19.23 WIB, tercatat 867 jiwa meninggal dunia, sementara 521 lainnya belum ditemukan berdasarkan data yang ditampilkan di laman resmi BNPB pada pukul 19.23 WIB.
Catatan mengenai kondisi penyintas juga mengalami perubahan. Sebanyak 4.200 orang tercatat mengalami luka-luka, dan 51 kabupaten/kota di wilayah Sumatera terdampak langsung oleh bencana tersebut. Jumlah pengungsi masih terus diperbarui oleh tim di lapangan.
Kerusakan bangunan turut menjadi perhatian dalam laporan resmi BNPB. Sedikitnya 121.000 unit rumah rusak, disertai kerusakan pada berbagai fasilitas umum yang tersebar di sejumlah daerah. Di antaranya, 509 fasilitas pendidikan, 405 jembatan, serta 1.100 unit fasilitas umum lain turut terdampak. BNPB juga mencatat 338 rumah ibadah dan 221 gedung perkantoran mengalami kerusakan.
Di Jakarta, Menko PMK Pratikno menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan dalam proses penanganan bencana di tiga provinsi tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Posko Nasional Penanggulangan Bencana, Halim Perdanakusuma. Ia menuturkan bahwa masih ada banyak hal yang harus diperbaiki dalam respons terhadap situasi darurat di lapangan.
“Instruksi dari bapak Presiden sudah sangat jelas kita harus mengerahkan seluruh sumber daya dari pemerintah pusat seluruh K/L, TNI, Polri BNPB agar setiap jam setiap menit ada perbaikan percepatan dan peningkatan respon terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Pratikno.
Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut membantu para korban serta para petugas dan relawan yang terus bekerja dalam kondisi yang serba terbatas.(*)












