Jakarta, JITOE.com – Pemerintah menyiapkan langkah baru dalam dunia pendidikan melalui peluncuran program Sekolah Rakyat, hasil kerja sama antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Fokus program ini adalah membuka kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau layanan pendidikan formal.
Pelaksanaan program ini akan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026, yakni bulan Juli 2025. Namun, tahapan persiapan sudah digelar sejak awal, termasuk proses pendaftaran calon guru yang dibuka pada April 2025. Proses rekrutmen juga mencakup perekrutan siswa di waktu yang sama.
Sebelum bertugas, para calon pengajar diwajibkan menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan bersedia ditempatkan di wilayah sesuai kebutuhan. Yang menarik, program ini terbuka bagi semua kalangan—baik yang berstatus ASN maupun non-ASN—selama memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus dalam seluruh tahapan seleksi.
Untuk memastikan kualitas pengajar, seleksi dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pendaftaran online, lalu seleksi administrasi, dilanjutkan dengan tes kemampuan akademik dan pedagogik. Selain itu, calon guru juga akan menjalani sesi wawancara guna menggali motivasi dan empati sosial yang dimiliki. Setelah lolos, mereka akan mengikuti pelatihan intensif selama satu bulan.
Berikut ini adalah jadwal penting terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat 2025:
April 2025: Pendaftaran dan seleksi guru serta rekrutmen siswa
Mei–Juni 2025: Pelatihan dan orientasi untuk guru
Juli 2025: Sekolah Rakyat mulai berjalan secara resmi
Selain bertujuan untuk memperluas akses pendidikan, program ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan peran relawan sosial serta pemberdayaan masyarakat melalui jalur pendidikan.












