Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Musi Rawas

Dulu Terbebani Tagihan, Kini KWT Melati “Memanen Harapan” dari Energi Surya

×

Dulu Terbebani Tagihan, Kini KWT Melati “Memanen Harapan” dari Energi Surya

Sebarkan artikel ini
 Pembangunan PLTS di Desa Sukakarya oleh CID PEP Pendopo Field memberikan dampak positif bagi perekonomian serta kehidupan sosial masyarakat sekitar.
 Pembangunan PLTS di Desa Sukakarya oleh CID PEP Pendopo Field memberikan dampak positif bagi perekonomian serta kehidupan sosial masyarakat sekitar.

Musi Rawas, Jitoe.com – “Dulu kami terbebani tagihan, kini kami memanen harapan.”

Kalimat itu diucapkan Suhartini (45), Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati, saat ditemui di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Siang itu, di tengah terik matahari, para anggota KWT Melati tampak sibuk mengaduk adonan kue kering di dapur produksi mereka.

Bagi para ibu rumah tangga yang tergabung dalam KWT Melati, panas matahari kini bukan lagi sekadar terik yang menyengat. Justru dari sinar matahari itulah usaha mereka kini berjalan lebih lancar dan menghasilkan pendapatan.

Kelompok yang beranggotakan sekitar 30 perempuan ini kini mampu meraup omzet hingga Rp8 juta per bulan dari usaha produksi kue kering. Namun, perjalanan menuju pencapaian tersebut tidaklah mudah.

Suhartini mengingat betul masa-masa ketika produksi kue kerap terhenti akibat aliran listrik yang tidak stabil di desa mereka. Pesanan pelanggan sering menumpuk, sementara adonan sudah siap diolah dan waktu pengiriman semakin dekat.

“Kami sering khawatir apakah usaha ini bisa bertahan. Kalau listrik mati, kami hanya mengandalkan genset solar,” kenangnya.

Penggunaan genset tersebut justru menambah beban biaya operasional. Untuk listrik dan bahan bakar solar saja, mereka harus mengeluarkan hingga Rp2 juta setiap bulan. Kondisi itu sempat membuat usaha kecil yang mereka jalankan nyaris berhenti.

Baca Juga:   Hardiknas, Ribuan Guru Mura Minta Sularno Guru Honorer Bebas dari Tuntutan Penjara dan Uang Rp60Juta

Melihat kegigihan para perempuan desa tersebut, PEP Pendopo Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 kemudian memberikan dukungan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sukakarya.

PLTS berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 5 kWh itu dibangun pada akhir 2024. Selain menyediakan fasilitas, pihak perusahaan juga menyiapkan sumber daya manusia untuk menjaga keberlanjutan program. Salah satu warga desa, Sardiono, dikirim mengikuti pelatihan sertifikasi pemeliharaan PLTS.

Sejak saat itu, kondisi di desa perlahan berubah. Warga tidak lagi cemas menghadapi pemadaman listrik. Mesin pengaduk dan oven produksi kue dapat beroperasi lebih stabil dengan memanfaatkan energi matahari.

Penggunaan PLTS juga membuat biaya operasional berkurang drastis. Tagihan listrik yang sebelumnya mencapai Rp2 juta per bulan kini tidak lagi menjadi beban, dan penggunaan genset berbahan bakar solar pun dapat dihentikan.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh KWT Melati. Saat pemadaman listrik terjadi pada malam hari, sebagian warga tetap dapat beraktivitas karena lampu dari energi surya masih menyala. Anak-anak pun dapat belajar dengan penerangan yang cukup di rumah mereka.

Seiring berjalannya waktu, KWT Melati juga mulai mengambil peran baru di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya memproduksi kue, tetapi juga aktif mengedukasi warga tentang pentingnya penghematan energi dan pemanfaatan energi terbarukan.

Baca Juga:   Kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke Sumsel Didamping Pj Gubernur Fatoni

Dalam berbagai pertemuan desa, para anggota kelompok ini kerap berbagi pengalaman mengenai penggunaan panel surya serta pentingnya penggunaan listrik secara bijak.

Dari sisi lingkungan, penggunaan PLTS di Desa Sukakarya juga memberikan dampak positif. Sistem ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 8 ton karbon dioksida setiap tahun. Jika sebelumnya aktivitas produksi sering disertai asap genset, kini energi matahari bekerja tanpa polusi dan tanpa suara.

Berkat berbagai perubahan tersebut, Desa Sukakarya kemudian terpilih sebagai salah satu desa terinovatif di Kabupaten Musi Rawas.

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari semangat warga desa, khususnya para perempuan yang tergabung dalam KWT Melati.

“PLTS ini hanyalah alat. Motor penggeraknya adalah daya juang ibu-ibu KWT Melati. Energi matahari membantu menerangi jalan mereka untuk mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Camat STL Ulu Terawas, Muhammad Pahip. Ia menilai keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara teknologi tepat guna dan semangat gotong royong masyarakat desa.

“Kesuksesan ini lahir dari perpaduan teknologi yang tepat dengan semangat warga desa yang tidak mudah menyerah,” katanya. (*)

Example 120x600