Palembang, JITOE.Com – Kebijakan pertahanan negara tidak hanya dibangun dari pusat, tetapi juga membutuhkan masukan nyata dari daerah. Hal ini tercermin dalam audiensi Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas) dengan Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., di ruang kerjanya, Selasa (23/9/2025).
Audiensi yang dipimpin Tenaga Ahli Madya Deputi Bidang Geostrategi, Brigjen TNI (Mar) Aris Mudian, M.M., itu menjadi sarana penguatan sinergi sekaligus penjaringan data strategis dari Sumatera Selatan dan wilayah kerja Kodam II/Sriwijaya. Pertemuan berlangsung hangat, dengan menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan pertahanan di level regional.
Kegiatan Wantannas di Palembang ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan yang dilaksanakan 22–26 September 2025. Tujuannya, menyerap aspirasi dan mengidentifikasi potensi lokal yang dapat menjadi bahan rekomendasi strategis dalam penyusunan kebijakan pertahanan nasional.
Sejumlah pejabat Wantannas hadir mendampingi, antara lain Laksma TNI Ashari Alamsyah, CHRMP, Marsma TNI Dr. Agung Karyanto, S.Sos., M.Si., dan Kolonel Inf Dody Zulkarnain, S.Sos., M.M., bersama Kolonel Inf Rosyaini Syahputra, S.Sos., M.Han., yang juga Analis Kebijakan Madya Bidang Lingkungan Strategis Ditjen Strahan Kemhan.
Pangdam II/Sriwijaya menyambut positif langkah ini. Ia menilai perhatian Wantannas terhadap dinamika pertahanan di Sumatera Selatan merupakan bentuk nyata integrasi pusat dan daerah. “Kodam II/Sriwijaya berkomitmen penuh mendukung kebijakan pertahanan negara, baik di ranah militer maupun non-militer, agar strategi yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan wilayah,” tegas Pangdam.
Hasil audiensi ini diharapkan memperkaya pemahaman pemerintah pusat tentang kebutuhan pertahanan daerah. Dengan demikian, kebijakan yang lahir bukan hanya adaptif dan terukur, tetapi juga selaras dengan realitas lapangan di tingkat regional. (R)












