Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Cerita Nyambung-Nyambung Musholla di KampungkuNasional

AMDAL Buruk, Warga Terima Banjir Kiriman dari Proyek Pembangunan Lampung Wonderland

×

AMDAL Buruk, Warga Terima Banjir Kiriman dari Proyek Pembangunan Lampung Wonderland

Sebarkan artikel ini
AMDAL Buruk, Warga Terima Banjir Kiriman dari Proyek Pembangunan Lampung Wonderland

Bandarlampung, JITOE.com Proyek Wonderland yang digadang akan menjadi ikon Kota Bandar Lampung dikeluhkan warga. Pasalnya proyek yang digarap PT. Lampung Utama Estate tata kelola AMDAL nya sangat buruk.

Proyek yang berlokasi di Jalan Tirtayasa kelurahan Sukabumi ini kerap membuat pemukiman warga yang berada di sekitar lokasi menjadi langganan banjir di tengah musim penghujan saat ini.

“Selama ini sebelum ada proyek (Lampung Wonderland, red) kami tidak pernah alami banjir sekalipun,” ungkap Riyan warga Gang Rambutan yang terdampak banjir.

Terlebih saat hujan kemarin Senin (17/2/2025) sore, tembok penahan tanah timbunan jebol oleh terjangan air.

Baca Juga:   Respons Dewan Pers, Terkait Penolakan MK Tentang Gugatan Uji Materi UU Pers

“Kami hanya minta pertanggungjawaban pihak proyek terkait kerugian yang kami alami,” tambah Riyan.

“Kami juga minta kepada pihak proyek atas terjadinya banjir ini agar ke depannya tidak terulang lagi,” kata Yanto warga layang alami kerugian barang-barang bekas rongsokannya hanyut.

Selain itu, penting bagi pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat adalah kunci untuk menyiptakan kota yang tangguh terhadap bencana ekologis.

Banjir di Bandar Lampung adalah cermin dari buruknya tata kelola lingkungan dan pembangunan kota.

Baca Juga:   Media Asing Sorot Proyek IKN Berantakan dan Kurang Diminati Investor

Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret, dampak ekologis dan sosial yang lebih besar akan terus mengancam. Kota ini membutuhkan komitmen yang kuat untuk bertransformasi menjadi wilayah yang berkelanjutan, di mana pembangunan tidak lagi mengorbankan lingkungan dan masyarakat kecil.

Sudah saatnya pemerintah berhenti abai dan mulai bertindak demi masa depan Bandar Lampung yang lebih baik. *)

Example 120x600