Jakarta, JITOE.com – Pemerintah pusat menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp24,9 triliun untuk program Sekolah Rakyat pada tahun 2026 mendatang. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan sekolah baru senilai Rp20 triliun, sedangkan sisanya dialokasikan untuk operasional.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan program ini merupakan investasi besar negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut pendidikan menjadi prioritas agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari negara lain.
“Tahun depan akan akan kita tambah 100 lagi ya, 100 lagi terus tiap tahun, sasaran kita 500 sekolah. Jadi, Sekolah Rakyat akan hadir di titik-titik, kantung-kantung rakyat kita yang paling tertinggal,” papar Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/09/2025).
Prabowo menargetkan dalam jangka panjang sedikitnya 500 unit Sekolah Rakyat dapat berdiri di seluruh Indonesia. Tahun ini sebanyak 165 unit sekolah dijadwalkan beroperasi, sementara tahun depan ditambah 100 unit lagi.
Saat ini, Sekolah Rakyat baru bisa diakses anak-anak dari keluarga dengan tingkat ekonomi desil 1 dan 2. Namun, pemerintah berencana memperluas penerima manfaat hingga desil 3, 4, dan 5, sehingga bukan hanya kelompok miskin dan miskin ekstrem, tetapi juga keluarga kelas menengah dapat mengenyam pendidikan gratis.
Prabowo menambahkan, sekolah tersebut diprioritaskan hadir di daerah-daerah yang menjadi kantong rakyat paling tertinggal agar manfaatnya benar-benar terasa.(*)












