Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Iklan Idul Fitri Jitoe.com
Editorial

Ketika Fasilitas Umum di Jembatan Musi dan Ampera Tak Lagi Aman

×

Ketika Fasilitas Umum di Jembatan Musi dan Ampera Tak Lagi Aman

Sebarkan artikel ini
Ketika Fasilitas Umum di Jembatan Musi dan Ampera Tak Lagi Aman
Jembatan Musi VI | Foto: sumselprov.go.id

Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, memiliki sejarah panjang dan identitas budaya yang kaya. Kota ini juga memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata utama di Indonesia, dengan ikon seperti Jembatan Ampera yang telah dikenal luas.

Namun, meskipun pemerintah telah berusaha keras untuk memperindah kota, ada satu masalah yang terus menghantui kota ini: pencurian fasilitas umum.

Beberapa tahun terakhir, berbagai fasilitas umum di Jembatan Ampera, Jembatan Musi IV, Jembatan Musi VI, seringkali menjadi sasaran pencurian.

Kejadian baru-baru ini di bulan Januari 2025, misalnya, lampu hias yang baru dipasang tiba-tiba hilang dicuri. Sebulan sebelumnya, kabel lampu Jembatan Musi VI raib digondol maling, sehingga menimbulkan kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Tahun 2018 lalu, lampu-lampu yang dipasang untuk menyambut Asian Games juga menjadi sasaran pencurian. Besi pembatas jembatan pun tak luput dari tangan-tangan orang yang tidak bertanggungjawab.

Pencurian fasilitas umum seperti ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mempengaruhi rasa aman dan nyaman bagi warga, citra Palembang sebagai kota tujuan wisata pun jadi tercoreng.

Baca Juga:   Serangga dalam Piring Makan Bergizi Gratis Anak Sekolah

Tanpa penerangan, suasana gelap menambah risiko kriminalitas dan mengurangi kenyamanan warga serta pelancong yang ingin menikmati keindahan kota ini.

Namun, masalah ini ternyata tidak hanya terjadi di Palembang. Kota-kota besar lainnya di Indonesia dan bahkan negara-negara lain juga pernah menghadapi masalah serupa. Sebagai contoh, di Jakarta, pencurian lampu jalan dan kabel sering terjadi di beberapa titik.

Hal yang sama juga terjadi di berbagai kota besar dunia, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat. Di London, misalnya, pencurian kabel listrik untuk dijual sebagai barang bekas telah menjadi masalah yang merugikan banyak daerah. Kota-kota tersebut menghadapi kesulitan yang sama: rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga fasilitas umum dan lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur kota.

Namun, ada solusi yang berhasil diimplementasikan. Misalnya, untuk mengatasi masalah pencurian kabel dan lampu jalan, pemerintah setempat memperkenalkan sistem pengawasan yang lebih ketat, termasuk pemasangan kamera CCTV di setiap titik rawan.

Selain itu, mereka juga melakukan pemantauan lebih intensif dengan melibatkan masyarakat setempat untuk menjaga fasilitas umum. Di Amerika dan Inggris mereka mengembangkan program “Adopt-A-Park” yang mengajak warga dan pembisnis setempat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga infrastruktur kota.

Baca Juga:   Bahlil, dari Investasi hingga Energi: Riuh yang Tak Pernah Padam

Adopt-A-Park adalah program berbasis komunitas yang bertujuan untuk melibatkan masyarakat, organisasi, atau perusahaan dalam merawat dan menjaga taman-taman kota serta fasilitas publik lainnya.

Lalu, bagaimana untuk Palembang? Pemerintah kota harus lebih serius dalam meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pencurian fasilitas umum. Pemasangan CCTV di titik-titik rawan pencurian dan patroli yang lebih rutin bisa menjadi langkah awal.

Selain itu, keterlibatan masyarakat setempat sangat penting. Sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga fasilitas publik perlu digalakkan. Masyarakat harus diberi pemahaman bahwa fasilitas-fasilitas ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga milik bersama untuk kesejahteraan kota dan kemajuan pariwisata.

Palembang memiliki potensi besar untuk menjadi kota tujuan wisata yang maju, tetapi ini hanya akan terwujud jika semua pihak berperan aktif dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada. Pencurian fasilitas publik bukan hanya masalah kriminalitas, tetapi juga merupakan bentuk pengabaian terhadap kepentingan bersama.(*)

Example 120x600